Oleh Khomsun Arifin
Siang itu suasana di Masjid sebuah kantor di pinggir laut utara Jakarta lumayan ramai menjelang sholat Dzuhur dilaksanakan.
Iqamat pun dikumandangkan
Al Fikru Al Mustanir
Sebuah Web yang didedikasikan untuk kepentingan dakwah dan membangun kecemerlangan berpikir umat Islam yang telah merosot karena pengaruh Sekulerisme dan Sosialisme.
Selasa, 25 Oktober 2011
Selasa, 18 Oktober 2011
Aku mulai mengerti cinta ketika maut menjemput Suamiku!! (siapkan tissue ya)
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,* ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat* pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya* dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.. ::
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
Terkadang disaat bersama kita kurang menghargai orang orang yang bersama kita, disaat kehilangan nya baru kita mengenal apa itu arti cinta sebenarnya. Sebelum kita ditinggalkan orang2 yang tercinta, yang setia menemani kita, berikan lah balasan cinta kita sepenuh hati pada mereka, sekarang masih belum terlambat teman2.
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,* ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat* pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya* dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.. ::
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
Terkadang disaat bersama kita kurang menghargai orang orang yang bersama kita, disaat kehilangan nya baru kita mengenal apa itu arti cinta sebenarnya. Sebelum kita ditinggalkan orang2 yang tercinta, yang setia menemani kita, berikan lah balasan cinta kita sepenuh hati pada mereka, sekarang masih belum terlambat teman2.
Sabtu, 02 Oktober 2010
Buku - buku untuk para pemuda Islam
Buku - buku ini mencetak bagaimana menjadi pemuda - pemuda Islam;
Madrasah Hasan Al Banna
Buku Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna merupakan karya DR. Yusuf Qardhawi yang kesekian kalinya mengenai Ikhwanul Muslimin. Buku yang berjudul asli At-Tarbiyah Islamiyah wa Madrasatu Hasan Al-Banna (التربية الاسلامية و مدرسة حسن البنا) ini secara khusus membahas tarbiyah Ikhwanul Muslimin yang digagas oleh Hasan Al-Banna dan telah diaplikasikan hingga terbukti keberhasilannya.
Pada muqaddimah, DR. Yusuf Qardhawi menjelaskan faktor-faktor pendukung keberhasilan tarbiyah Ikhwanul Muslimin dan menyebutkan karakteristik tarbiyah Ikhwanul Muslimin. Enam karakter tarbiyah Islamiyah inilah yang kemudian dibahas secara mendetail dalam bab-bab berikutnya.
Dalam khatimah/penutup, DR. Yusuf Qardhawi mengingatkan bahwa Ikhwanul Muslimin bukanlah jam'ah malaikat yang suci atau para nabi yang maksum. Sejalan dengan membesarnya Ikhwan dan semakin banyaknya anggota jamaah ini, didapati anggota-anggota yang tidak lagi memiliki kualitas seperti generasi sebelumnya. Tetapi, DR. Yusuf Qardhawi menyimpulkan bahwa secara umum tarbiyah Islamiyah Ikhwanul Muslimin tetap berada dalam predikat "berhasil".
Generasi Pemuda dan Perubahan
Ingat lima perkara sebelum lima perkara. Muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati. Fathi Yakan membahas peran pemuda Islam dalam perubahan dan manhaj perubahan yang harus ditempuh agar terjadi perubahan ke arah yang semestinya sesuai aturan Allah. Buku ini Menggunakan bahasa melayu, insya Allah masih bisa dimengerti meski ada beberapa kata yang rada 'aneh'.
Monggo di download di:
http://www.mediafire.com/?ihytimoagmr
http://www.mediafire.com/?mnihzzymnmw
Madrasah Hasan Al Banna
Buku Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna merupakan karya DR. Yusuf Qardhawi yang kesekian kalinya mengenai Ikhwanul Muslimin. Buku yang berjudul asli At-Tarbiyah Islamiyah wa Madrasatu Hasan Al-Banna (التربية الاسلامية و مدرسة حسن البنا) ini secara khusus membahas tarbiyah Ikhwanul Muslimin yang digagas oleh Hasan Al-Banna dan telah diaplikasikan hingga terbukti keberhasilannya.
Pada muqaddimah, DR. Yusuf Qardhawi menjelaskan faktor-faktor pendukung keberhasilan tarbiyah Ikhwanul Muslimin dan menyebutkan karakteristik tarbiyah Ikhwanul Muslimin. Enam karakter tarbiyah Islamiyah inilah yang kemudian dibahas secara mendetail dalam bab-bab berikutnya.
Dalam khatimah/penutup, DR. Yusuf Qardhawi mengingatkan bahwa Ikhwanul Muslimin bukanlah jam'ah malaikat yang suci atau para nabi yang maksum. Sejalan dengan membesarnya Ikhwan dan semakin banyaknya anggota jamaah ini, didapati anggota-anggota yang tidak lagi memiliki kualitas seperti generasi sebelumnya. Tetapi, DR. Yusuf Qardhawi menyimpulkan bahwa secara umum tarbiyah Islamiyah Ikhwanul Muslimin tetap berada dalam predikat "berhasil".
Generasi Pemuda dan Perubahan
Ingat lima perkara sebelum lima perkara. Muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati. Fathi Yakan membahas peran pemuda Islam dalam perubahan dan manhaj perubahan yang harus ditempuh agar terjadi perubahan ke arah yang semestinya sesuai aturan Allah. Buku ini Menggunakan bahasa melayu, insya Allah masih bisa dimengerti meski ada beberapa kata yang rada 'aneh'.
Monggo di download di:
http://www.mediafire.com/?ihytimoagmr
http://www.mediafire.com/?mnihzzymnmw
Jumat, 17 September 2010
Buku - buku Islam Gratis untuk menambah pengetahuan ke-Islaman kita (Bag -2)
Buku - buku ini GRATIS... monggo didownload, teman - teman...
Kitab fathul Baari Jilid 1 dan 2
Dr. M. Muhammad Abu Syuhbah dalam kitabnya Fi Rihabi as-Sunnah al-Kutub al-Shihahi al-Sittah mengatakan:
Belum ada kitab hadits yang mendapat perhatian besar dari umat Islam selain kitab shahih Bukhari. Para ulama memberikan perhatian kepadanya dan mensyarahkan semua hadits yang terdapat pada kitab itu, mengistinbatkan hukum darinya, meneliti para perawinya, menjelaskan kata-kata yang sulit dan seterusnya.
Buku syarah hadits ini cukup banyak jumlahnya. Menurut pengarang Kasyfuz zunun, tidak kurang dari 82 macam. Belum termasuk kitab syarah yang ditulis sesudah kasyfuz zunun. Diantara kitab syarah yang paling terkenal adalah Fath Al Baari bi Syarah Al Bukhari.
Kitab ini adalah karya al-Hafiz Abi’l Fadal Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Hajar al-Asqalani al-Misri. Beliau dilahirkan tahun 773 H dan wafat tahun 852 H. Kitab Fathul Baari ini adalah kitab syarah shahih Bukhari yang paling baik dan paling lengkap.
Dalam kitab ini, Ibnu Hajar al Asqalani menjelaskan masalah bahasa dan i’rab dan menguraikan masalah penting yang tidak ditemukan di kitab lainnya, juga menjelaskan dari segi balaghah dan sastranya, mengambil hukum, serta memaparkan berbagai masalah yang diperdebatkan oleh para ulama, baik menyangkut fiqih maupun ilmu kalam secara terperinci dan tidak memihak. Di samping itu, beliau mengumpulkan seluruh sanad hadits dan menelitinya, serta menerangkan tingkat keshahihan dan keda’ifannya. Semua itu menunjukkan keluasan ilmu dan penguasaanya mengenai kitab-kitab hadits.
Fathul Baari mempunyai muqadimah yang bernama Hadyus Saari . Muqadimah ini amat tinggi nilainya. Seandainya ia ditulis dengan tinta emas, maka emas itu belum sebanding dengan tulisan itu. Sebab ia merupakan kunci untuk memahami Shahih Bukhari. Kitab ini selesai ditulis tahun 813 H.
Kemudian al-Asqalani mulai menulis kitab Syarah. Pada mulanya, uraian dan pembahasan direncanakan ditulis panjang lebar dan terperinci. Namun beliau khawatir bila ada halangan untuk menyelesaikannya, yang mengakibatkan kitab itu selesai namun tidak sempurna. Karena itu beliau menulis kitab syarah tersebut dengan cara sederhana yang diberi nama Fathul Baari.
Penulisan kitab ini menghabiskan waktu seperempat abad . Dimulai tahun 817 H dan selesai tahun 842 H. Maka tidak mengherankan bila kitab itu paling bagus, teliti dan sempurna. Selain itu, penulisannya dilakukan oleh penyusunnya dengan penuh keikhlasan.
Kitab ini selalu mendapatkan sambutan hangat dari para ulama, baik pada masa dulu maupun sekarang, dan selalu menjadi kitab rujukan.
Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Ali as-San’ani asy-Syaukani, wafat tahun 1255 H, penulis kitab Nailul Authar, ketika diminta menulis kitab Syarah Shahih Bukhari, beliau mengagumi Ibnu Hajar. Beliau mengutip sebuah hadits “La hijrah ba’dal fathi” . Beliau meminjam istilah dari hadits itu sebagai ungkapan bahwa tidak ada kitab syarah shahih Bukhari yang melebihi Fathul Bari.
Kitab syarah ini terdiri dari 13 jilid ditambah satu jilid muqadimah. Kitab itu sudah berulangkali dicetak di India dan di Mesir. Cetakan yang terbaik di terbitkan oleh Bulaq. Demikian keterangan menurut Dr. Abu Syuhbah.
Adapun untuk edisi terjemahan bahasa Indonesia penerbit diantara kata pengantarnya menyebutkan:
Perlu kami beritahukan bahwa dalam terjemahan ini tidak semua isi buku kami tulis sesuai dengan buku aslinya, diantaranya:
1. Sanad hadits hanya ditulis nama perawi yang awal sebelum Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam.
2. Tinjauan Nahwu , kecuali yang berkaitan dengan matan hadits.
Hal itu karena lebih memfokuskan pada syarah matan hadits, supaya isi hadits dapat dipahami dengan mudah, utuh dan jelas. Disamping itu pembahasan mengenai sanad hadits Bukhari secara panjang lebar dapat mempersulit dan membingungkan pemahaman orang yang belum begitu mengenal ilmu musthalahul hadits. Sementara bagi yang sudah mempelajari dan ingin mengetahui lebih dalam, dapat merujuk kepada buku aslinya. Demikian dari penerbit.
Perlu pula kiranya diketahui bahwa Shahih Bukhari terdiri dari beberapa kitab. Dimulai dengan bab permulaan wahyu, yang menjadi dasar utama bagi syariat Islam. Kemudian disusul dengan kitab Iman, Kitab Ilmi, Kitab Thaharah, Kitab Shalat, kitab Zakat dan seterusnya. Dalam kitab ini juga dimuat mengenai para penguasa dan para hakim. Kemudian kitab I’tisam bil kitab was sunnah dan yang terakhir adalah kitab Tauhid, sebagai penutup kitab shahihnya yang terdiri dari 97 kitab dan 3.450 bab.
Adapun untuk terjemahan Fathul Baari dalam bahasa Indonesia, buku 1 memuat kitab bad’il wahyu, kitabul Iman dan kitabul ilmi saja. Sedangkan buku 2 memuat kitabul wudhu, kitabul gushli, kitabul haid, dan kitabut tayamum.
Silahkan Download di Link
Fathul baari Jilid 1 http://www.mediafire.com/?kqmgy5toycj
Fathul Baari Jilid 2 http://www.mediafire.com/?mjqdihijezm
Kitab fathul Baari Jilid 1 dan 2
Dr. M. Muhammad Abu Syuhbah dalam kitabnya Fi Rihabi as-Sunnah al-Kutub al-Shihahi al-Sittah mengatakan:
Belum ada kitab hadits yang mendapat perhatian besar dari umat Islam selain kitab shahih Bukhari. Para ulama memberikan perhatian kepadanya dan mensyarahkan semua hadits yang terdapat pada kitab itu, mengistinbatkan hukum darinya, meneliti para perawinya, menjelaskan kata-kata yang sulit dan seterusnya.
Buku syarah hadits ini cukup banyak jumlahnya. Menurut pengarang Kasyfuz zunun, tidak kurang dari 82 macam. Belum termasuk kitab syarah yang ditulis sesudah kasyfuz zunun. Diantara kitab syarah yang paling terkenal adalah Fath Al Baari bi Syarah Al Bukhari.
Kitab ini adalah karya al-Hafiz Abi’l Fadal Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Hajar al-Asqalani al-Misri. Beliau dilahirkan tahun 773 H dan wafat tahun 852 H. Kitab Fathul Baari ini adalah kitab syarah shahih Bukhari yang paling baik dan paling lengkap.
Dalam kitab ini, Ibnu Hajar al Asqalani menjelaskan masalah bahasa dan i’rab dan menguraikan masalah penting yang tidak ditemukan di kitab lainnya, juga menjelaskan dari segi balaghah dan sastranya, mengambil hukum, serta memaparkan berbagai masalah yang diperdebatkan oleh para ulama, baik menyangkut fiqih maupun ilmu kalam secara terperinci dan tidak memihak. Di samping itu, beliau mengumpulkan seluruh sanad hadits dan menelitinya, serta menerangkan tingkat keshahihan dan keda’ifannya. Semua itu menunjukkan keluasan ilmu dan penguasaanya mengenai kitab-kitab hadits.
Fathul Baari mempunyai muqadimah yang bernama Hadyus Saari . Muqadimah ini amat tinggi nilainya. Seandainya ia ditulis dengan tinta emas, maka emas itu belum sebanding dengan tulisan itu. Sebab ia merupakan kunci untuk memahami Shahih Bukhari. Kitab ini selesai ditulis tahun 813 H.
Kemudian al-Asqalani mulai menulis kitab Syarah. Pada mulanya, uraian dan pembahasan direncanakan ditulis panjang lebar dan terperinci. Namun beliau khawatir bila ada halangan untuk menyelesaikannya, yang mengakibatkan kitab itu selesai namun tidak sempurna. Karena itu beliau menulis kitab syarah tersebut dengan cara sederhana yang diberi nama Fathul Baari.
Penulisan kitab ini menghabiskan waktu seperempat abad . Dimulai tahun 817 H dan selesai tahun 842 H. Maka tidak mengherankan bila kitab itu paling bagus, teliti dan sempurna. Selain itu, penulisannya dilakukan oleh penyusunnya dengan penuh keikhlasan.
Kitab ini selalu mendapatkan sambutan hangat dari para ulama, baik pada masa dulu maupun sekarang, dan selalu menjadi kitab rujukan.
Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Ali as-San’ani asy-Syaukani, wafat tahun 1255 H, penulis kitab Nailul Authar, ketika diminta menulis kitab Syarah Shahih Bukhari, beliau mengagumi Ibnu Hajar. Beliau mengutip sebuah hadits “La hijrah ba’dal fathi” . Beliau meminjam istilah dari hadits itu sebagai ungkapan bahwa tidak ada kitab syarah shahih Bukhari yang melebihi Fathul Bari.
Kitab syarah ini terdiri dari 13 jilid ditambah satu jilid muqadimah. Kitab itu sudah berulangkali dicetak di India dan di Mesir. Cetakan yang terbaik di terbitkan oleh Bulaq. Demikian keterangan menurut Dr. Abu Syuhbah.
Adapun untuk edisi terjemahan bahasa Indonesia penerbit diantara kata pengantarnya menyebutkan:
Perlu kami beritahukan bahwa dalam terjemahan ini tidak semua isi buku kami tulis sesuai dengan buku aslinya, diantaranya:
1. Sanad hadits hanya ditulis nama perawi yang awal sebelum Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam.
2. Tinjauan Nahwu , kecuali yang berkaitan dengan matan hadits.
Hal itu karena lebih memfokuskan pada syarah matan hadits, supaya isi hadits dapat dipahami dengan mudah, utuh dan jelas. Disamping itu pembahasan mengenai sanad hadits Bukhari secara panjang lebar dapat mempersulit dan membingungkan pemahaman orang yang belum begitu mengenal ilmu musthalahul hadits. Sementara bagi yang sudah mempelajari dan ingin mengetahui lebih dalam, dapat merujuk kepada buku aslinya. Demikian dari penerbit.
Perlu pula kiranya diketahui bahwa Shahih Bukhari terdiri dari beberapa kitab. Dimulai dengan bab permulaan wahyu, yang menjadi dasar utama bagi syariat Islam. Kemudian disusul dengan kitab Iman, Kitab Ilmi, Kitab Thaharah, Kitab Shalat, kitab Zakat dan seterusnya. Dalam kitab ini juga dimuat mengenai para penguasa dan para hakim. Kemudian kitab I’tisam bil kitab was sunnah dan yang terakhir adalah kitab Tauhid, sebagai penutup kitab shahihnya yang terdiri dari 97 kitab dan 3.450 bab.
Adapun untuk terjemahan Fathul Baari dalam bahasa Indonesia, buku 1 memuat kitab bad’il wahyu, kitabul Iman dan kitabul ilmi saja. Sedangkan buku 2 memuat kitabul wudhu, kitabul gushli, kitabul haid, dan kitabut tayamum.
Silahkan Download di Link
Fathul baari Jilid 1 http://www.mediafire.com/?kqmgy5toycj
Fathul Baari Jilid 2 http://www.mediafire.com/?mjqdihijezm
Rabu, 15 September 2010
Hikmah Puasa Syawal
Setelah Ramadhan berlalu, biasanya berlalu pula amalan - amalan kita di bulan Ramadhan. Salah satunya adalah berpuasa. Ya, berpuasa yang kita jalani selama tiga puluh hari di bulan Ramadhan sering kali digerogoti dengan rasa malas setelah Ramadhan.
Mungkin penyebabnya bermacam - macam, salah satunya faktor lingkungan seperti banyaknya kue lebaran atau makan spesial yang ada sewaktu bulan syawal tiba seperti opor ayam, rendang, dan sebagainya. Atau ada juga alasan dari diri sendiri salah satunya adalah, "kan saya sudah kembali ke fitrah, buat apa puasa lagi." Nah, memang berat kalo dipikir - pikir puasa syawal itu. Ok, memang tidak perlu dipikir - pikir tapi kalo bisa langsung dipraktekkan.
Paling tidak ada beberapa hikmah dari puasa syawal:
1. Puasa syawal seperti puasa satu tahun penuh.
Sebagai manusia, kita pasti tidak akan kuat kalo harus bepuasa satu tahun penuh karena selain banyak godaan juga akan banyak hal - hal dalam kemanusian itu sendiri yang tidak mengizinkin kita melakukan puasa satu tahun seperti datang tamu bagi yang wanita, dsb.
Ganjaran bagi siapa saja yang melakukan sesuai dengan hadist ini;
"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan
(puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa
selama satu tahun." (HR. Muslim).
Itulah ganjaran yang besar dari Allah SWT terhadap orang - orang yang berpuasa di bulan syawal
2. Puasa syawal dapat menyehatkan badan.
Seperti yang sudah disebutkan diatas, bahwa bulan syawal dalah bulan berlimpahnya makanan. Dalam makanan tersebut, banyak yang memakai santan yang dapat menyebabkan kolestrol. Santan ini menurut para ahli gizi dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang dapat menimbulkan serangan jantung dan penyumbatan pada pembuluh darah otak yang dapat menimbulkan serangan stroke (http//www.gizi.net). Memang cukup berbahaya juga kalo makanan - makanan tadi tidak dibersihkan dari tubuh dengan berpuasa.
Puasa syawal ini dapat mengeluarkan racun dan menjadikan tubuh lebih sehat karena belum pernah rasanya kita mendengar orang yang berpuasa itu sakit. Bahkan, orang yang terkena penyakit maag, ajaibnya tidak akan pernah kambuh pada saat puasa. Hal ini berdasarkan dari hadist Rasulullah:
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Berpuasalah maka kamu akan sehat" (HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)
atau
Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar
(jasad) ialah puasa" (HR. Ibnu Majah)
Gimana, tertarik dengan puasa syawal? Cukup dengan enam hari berpuasa, kita sudah dapat mendapatkan banyak hikmah.
Sumber;
http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid997059568,35248,
Mungkin penyebabnya bermacam - macam, salah satunya faktor lingkungan seperti banyaknya kue lebaran atau makan spesial yang ada sewaktu bulan syawal tiba seperti opor ayam, rendang, dan sebagainya. Atau ada juga alasan dari diri sendiri salah satunya adalah, "kan saya sudah kembali ke fitrah, buat apa puasa lagi." Nah, memang berat kalo dipikir - pikir puasa syawal itu. Ok, memang tidak perlu dipikir - pikir tapi kalo bisa langsung dipraktekkan.
Paling tidak ada beberapa hikmah dari puasa syawal:
1. Puasa syawal seperti puasa satu tahun penuh.
Sebagai manusia, kita pasti tidak akan kuat kalo harus bepuasa satu tahun penuh karena selain banyak godaan juga akan banyak hal - hal dalam kemanusian itu sendiri yang tidak mengizinkin kita melakukan puasa satu tahun seperti datang tamu bagi yang wanita, dsb.
Ganjaran bagi siapa saja yang melakukan sesuai dengan hadist ini;
"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan
(puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa
selama satu tahun." (HR. Muslim).
Itulah ganjaran yang besar dari Allah SWT terhadap orang - orang yang berpuasa di bulan syawal
2. Puasa syawal dapat menyehatkan badan.
Seperti yang sudah disebutkan diatas, bahwa bulan syawal dalah bulan berlimpahnya makanan. Dalam makanan tersebut, banyak yang memakai santan yang dapat menyebabkan kolestrol. Santan ini menurut para ahli gizi dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang dapat menimbulkan serangan jantung dan penyumbatan pada pembuluh darah otak yang dapat menimbulkan serangan stroke (http//www.gizi.net). Memang cukup berbahaya juga kalo makanan - makanan tadi tidak dibersihkan dari tubuh dengan berpuasa.
Puasa syawal ini dapat mengeluarkan racun dan menjadikan tubuh lebih sehat karena belum pernah rasanya kita mendengar orang yang berpuasa itu sakit. Bahkan, orang yang terkena penyakit maag, ajaibnya tidak akan pernah kambuh pada saat puasa. Hal ini berdasarkan dari hadist Rasulullah:
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Berpuasalah maka kamu akan sehat" (HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)
atau
Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar
(jasad) ialah puasa" (HR. Ibnu Majah)
Gimana, tertarik dengan puasa syawal? Cukup dengan enam hari berpuasa, kita sudah dapat mendapatkan banyak hikmah.
Sumber;
http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid997059568,35248,
Kamis, 24 Juni 2010
Buku - buku Islam Gratis untuk menambah pengetahuan ke-Islaman kita (Bag -1)
Buku - buku ini gratis buat teman - teman sekalian...semoga bermanfaat
1. 40 hadist imam An - Nawawi
Imam Nawawi telah menulis sebuah kitab berharga yang mengumpulkan hadits - hadits yang berkaitan dengan masalah aqidah, keimanan, hukum dan jinayah, yang dikumpulan dalam kumpulan 40 hadits yang sering disebut hadits arbain, imam Nawawi. Beliau mengumpulkan hadits hadits ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw:
“Hendaklah orang yang hadir diantara kamu menyampaikan kepada orang yang tidak hadir”, dan sabda Beliau “Allah (SWT) (SWT) mencemerlangkan wajah seseorang yang mendengar perkataanku kemudia dia pelihara, lalu disampaikan kepada orang lain sebagaimana yang telah didengarnya.”
Silakan download di link ini; http://www.mediafire.com/?2yyaynmwzmr
2. Bekal menuju Akhirat (Za'adul Ma'ad) by Ibnu Qoyyum Al Jauziyah
Jika anda termasuk pemerhati dan pembaca, khususnya buku-buku berlevel referensi yang sangat menimbang akurasi ilmiah tinggi, kami yakin anda tidak akan asing dengan karya-karya Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah. Beliau memiliki banyak karya di berbagai disiplin ilmu; akidah, fiqh, tafsir, hadis, sejarah, psikologi, hingga pengobatan. Selama ini, buku-buku terjemahan karya beliau yang banyak tersebar di Indonesia adalah yang terkait disiplin akidah yang biasanya sangat relevan dengan psikologi yang sekarang sudah mulai banyak mengkaji aspek-aspek spiritual. Dalam hal ini, karya-karya beliau menjadi referensi yang tidak pernah kering bagi kebutuhan teori-teori psikologi modern. Nuansa spiritual yang berpijak pada penggalian dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sangat mewarnai psikologi hingga menjadi demikian khas.
Namun sebenarnya banyak karya-karya beliau menjadi rujukan para ulama baik klasik hingga kontemporer. Salah satu yang terbesar adalah Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad. Karya ini konon beliau tulis di atas kuda saat perjalanan naik haji. Buku ini banyak dipuji para ulama dan menjadi referensi hingga saat ini. Buku ini bercorak ensiklopedis yang membahas berbagai macam persoalan yang dapat dikapling-kapling dalam berbagai disiplin ilmu, seperti sejarah, fiqh, hadis, akhlak, hingga pengobatan. Pujian diberikan oleh para ulama karena metode penyusunannya yang sangat menarik, bahasannya yang benar-benar mampu mengetengahkan masalah urgen, dan akurasi ilmiyahnya yang sangat tinggi. Kalau anda membaca buku-buku sirah apalagi yang belakangan hampir tidak ada yang meninggalkan Zadul Ma’ad sebagai referensi. Demikian juga fiqh, maupun akhlak. Kelebihannya, buku ini tidak membahas persoalan-persoalan di dalamnya dengan metode khas fiqh, sejarah, dan lain-lain yang terasa kering. Jadi pembahasan sirah, fiqh, akhlak sekaligus juga kritik hadis. Pokoknya, benar-benar khas Ibnul Qayyim Al-Jauziyah.
Pada umumnya buku ini dicetak dalam lima jilid tebal. Yang ada di hadapan ini adalah versi ringkasannya oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab dengan judul Mukhtasar Zadul Ma’ad. Ini adalah karya genuin murid Ibnu Taimiyah ulama besar Islam yang disegani di Barat dan Timur. Tetapi tidak hanya itu. Kandungan karya sangat penting dikaji siapapun. Jika para ulama saja memberikan apresiasi tinggi terhadap karya ini, apalagi kita, iya kan? Selamat membaca.
Silakan download di link ini;http://www.mediafire.com/?cmldzzmommn
3.Bullughal Amhram - Ibnu Hajar Al Asqalani
Kitab Bulughul Mahram merupakan salah satu kitab klasik paling populerdi dunia islam, terutama dikalangan ahlussunnah waljamaah. Kitab yang berisi kumpulan hadits-hadits hukum ini disusun oleh ulama dan ahlu hadist besar dari madzhab syafi'i, al-hafizh Ibnu hajar al-Asqolani. Kitab aslinya berjudul "Bulugh Al-mahram min Adillat al-ahkam"
Seperti disebutkan dalam judulnya, buku ini memang berisi kumpulan hadits tentang hukum (fiqih), yang meliputi seluruh aspek kehidupan setiap muslim. Dari soal bersuci sampai soal perkawinan, transaksi bisnis dan jihad. Kitab yang sangat lengkap tema bahasannya ini tentu sangat memudahkan kaum muslimin mengamalkan aturan-aturan hukum seperti yang dijalankan oleh Rasulullah saw. dan para sahabatnya.
Ibnu Hajar menyandarkan kitabnya ini pada enam kitab hadits ulama (Kutub as-Sittah), yaitu sahih Bukhari, Muslim, Abu dawud, an-nasai, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Ia juga mengutip banyak hadits lain dari selain enam penulis utama kitab hadits tersebut, seperti ahmad bin hambal, Ath-tabrani, al-hakim ad-Daruquthni, Ibnu Hibban, Ibnu abi syaibah, Ibnu Khuzaimah, dan lainnya.
Al-Haifzh Ibnu hajar Al-Asqalani yang lahir di Mesir pada tahun 733 H (wafat 852 H) ini dikenal sangat produktif menulis kitab. Sepanjang hidupnya ia telah menulis sekitar 150 buku yang sebagian besar adalah kitab hadits.
Silakan download di link ini; http://www.mediafire.com/?ty1gozncqlq
1. 40 hadist imam An - Nawawi
Imam Nawawi telah menulis sebuah kitab berharga yang mengumpulkan hadits - hadits yang berkaitan dengan masalah aqidah, keimanan, hukum dan jinayah, yang dikumpulan dalam kumpulan 40 hadits yang sering disebut hadits arbain, imam Nawawi. Beliau mengumpulkan hadits hadits ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw:
“Hendaklah orang yang hadir diantara kamu menyampaikan kepada orang yang tidak hadir”, dan sabda Beliau “Allah (SWT) (SWT) mencemerlangkan wajah seseorang yang mendengar perkataanku kemudia dia pelihara, lalu disampaikan kepada orang lain sebagaimana yang telah didengarnya.”
Silakan download di link ini; http://www.mediafire.com/?2yyaynmwzmr
2. Bekal menuju Akhirat (Za'adul Ma'ad) by Ibnu Qoyyum Al Jauziyah
Jika anda termasuk pemerhati dan pembaca, khususnya buku-buku berlevel referensi yang sangat menimbang akurasi ilmiah tinggi, kami yakin anda tidak akan asing dengan karya-karya Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah. Beliau memiliki banyak karya di berbagai disiplin ilmu; akidah, fiqh, tafsir, hadis, sejarah, psikologi, hingga pengobatan. Selama ini, buku-buku terjemahan karya beliau yang banyak tersebar di Indonesia adalah yang terkait disiplin akidah yang biasanya sangat relevan dengan psikologi yang sekarang sudah mulai banyak mengkaji aspek-aspek spiritual. Dalam hal ini, karya-karya beliau menjadi referensi yang tidak pernah kering bagi kebutuhan teori-teori psikologi modern. Nuansa spiritual yang berpijak pada penggalian dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sangat mewarnai psikologi hingga menjadi demikian khas.
Namun sebenarnya banyak karya-karya beliau menjadi rujukan para ulama baik klasik hingga kontemporer. Salah satu yang terbesar adalah Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad. Karya ini konon beliau tulis di atas kuda saat perjalanan naik haji. Buku ini banyak dipuji para ulama dan menjadi referensi hingga saat ini. Buku ini bercorak ensiklopedis yang membahas berbagai macam persoalan yang dapat dikapling-kapling dalam berbagai disiplin ilmu, seperti sejarah, fiqh, hadis, akhlak, hingga pengobatan. Pujian diberikan oleh para ulama karena metode penyusunannya yang sangat menarik, bahasannya yang benar-benar mampu mengetengahkan masalah urgen, dan akurasi ilmiyahnya yang sangat tinggi. Kalau anda membaca buku-buku sirah apalagi yang belakangan hampir tidak ada yang meninggalkan Zadul Ma’ad sebagai referensi. Demikian juga fiqh, maupun akhlak. Kelebihannya, buku ini tidak membahas persoalan-persoalan di dalamnya dengan metode khas fiqh, sejarah, dan lain-lain yang terasa kering. Jadi pembahasan sirah, fiqh, akhlak sekaligus juga kritik hadis. Pokoknya, benar-benar khas Ibnul Qayyim Al-Jauziyah.
Pada umumnya buku ini dicetak dalam lima jilid tebal. Yang ada di hadapan ini adalah versi ringkasannya oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab dengan judul Mukhtasar Zadul Ma’ad. Ini adalah karya genuin murid Ibnu Taimiyah ulama besar Islam yang disegani di Barat dan Timur. Tetapi tidak hanya itu. Kandungan karya sangat penting dikaji siapapun. Jika para ulama saja memberikan apresiasi tinggi terhadap karya ini, apalagi kita, iya kan? Selamat membaca.
Silakan download di link ini;http://www.mediafire.com/?cmldzzmommn
3.Bullughal Amhram - Ibnu Hajar Al Asqalani
Kitab Bulughul Mahram merupakan salah satu kitab klasik paling populerdi dunia islam, terutama dikalangan ahlussunnah waljamaah. Kitab yang berisi kumpulan hadits-hadits hukum ini disusun oleh ulama dan ahlu hadist besar dari madzhab syafi'i, al-hafizh Ibnu hajar al-Asqolani. Kitab aslinya berjudul "Bulugh Al-mahram min Adillat al-ahkam"
Seperti disebutkan dalam judulnya, buku ini memang berisi kumpulan hadits tentang hukum (fiqih), yang meliputi seluruh aspek kehidupan setiap muslim. Dari soal bersuci sampai soal perkawinan, transaksi bisnis dan jihad. Kitab yang sangat lengkap tema bahasannya ini tentu sangat memudahkan kaum muslimin mengamalkan aturan-aturan hukum seperti yang dijalankan oleh Rasulullah saw. dan para sahabatnya.
Ibnu Hajar menyandarkan kitabnya ini pada enam kitab hadits ulama (Kutub as-Sittah), yaitu sahih Bukhari, Muslim, Abu dawud, an-nasai, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Ia juga mengutip banyak hadits lain dari selain enam penulis utama kitab hadits tersebut, seperti ahmad bin hambal, Ath-tabrani, al-hakim ad-Daruquthni, Ibnu Hibban, Ibnu abi syaibah, Ibnu Khuzaimah, dan lainnya.
Al-Haifzh Ibnu hajar Al-Asqalani yang lahir di Mesir pada tahun 733 H (wafat 852 H) ini dikenal sangat produktif menulis kitab. Sepanjang hidupnya ia telah menulis sekitar 150 buku yang sebagian besar adalah kitab hadits.
Silakan download di link ini; http://www.mediafire.com/?ty1gozncqlq
Jumat, 04 Juni 2010
Insiden Mavi Marmara: Bukti Nyata Tiada Solusi Selain Khilafah!

oleh: Felix. Y. Shiauw
Sekali lagi dunia terhenyak ketika Israel melakukan aksi terorrismenya dengan pongah. Kapal mavi marmara dalam rombongan Freedom Flotilla yang membawa bantuan kepada muslim palestina diberondong dengan timah panas sehingga menewaskan 19 orang dan melukai 50 lebih relawan lainnya. Seperti biasa, dunia diam atas perbuatan semena-mena yahudi Israel dan hanya memberikan kecaman tanpa tindakan nyata. Amerika malah mendukung kebiadaban Israel ini. Dunia pun hanya bisa mengelus dada dan membicarakan solusi-solusi palsu dan tidak jelas seperti pengharapan pada PBB, Amerika dan OKI. Tulisan ini tidak bermaksud menambah kepedihan kaum muslim tentang banyaknya tulisan dan minimnya aksi, lebih kepada agar kita memiliki kesadaran politik tentang akar masalah Palestina dan memperjuangkan solusinya secara logis, empiris dan normatif dalam Islam.
Akar Masalah Palestina: Runtuhnya Khilafah
Tanah itu bukan milikku, tetapi milik ummatku
(Khalifah Abdul Hamid II, 1897)
Nasihati Dr. Hertzl supaya jangan meneruskan rencananya.
Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina),
karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam.
Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini
dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka.
Yahudi silakan menyimpan harta mereka.
Jika Daulah Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari,
maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya.
Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku
daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Daulah Islamiyah.
Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi.
Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup
(Khalifah Abdul Hamid II, 1902)
Inilah pernyataan Khalifah kaum muslimin kepada Theodore Hertzl yang mau menyogok Khalifah dengan uang 150 trilliun sebelum Khilafah Islam dihapuskan oleh laknatullah Musthafa Kamal di Turki tahun 1924. Isi pernyataan ini menggambarkan ketegasan kaum muslimin yang diwakili oleh Khalifahnya dalam memandang wilayah kesatuan kaum muslim.
Khilafah Islamiyyah adalah satu kepemimpinan global bagi kaum muslim diseluruh dunia yang diwajibkan oleh rasulullah Muhammad saw. untuk mengurusi urusan ummat dan melindungi ummat.
Dulu Bani Israil diurus urusannya (tasusu) oleh para Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku dan akan ada para khalifah, yang berjumlah banyak” Para sahabat bertanya “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi saw. Bersabda: “Penuhilah baiat yang pertama saja, dan berikanlah kepada mereka yang berhak. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa saja yang mereka urus (HR. Bukhari)
Khilafah Islamiyyah berawal setelah berakhirnya masa kenabian yang terakhir (Rasul Muhammad saw.), diawali dengan khulafa ar-rasyidin, dilanjutkan dengan khalifah yang lain yang tanpa putus-putusnya memberikan perlindungan kepada ummat. Dalam masa itu, sejak tahun 623 – 1924 M, ummat Islam bersatu dalam satu kepemimpinan di seluruh dunia, pada masa Kekhalifahan Utsmaniyyah, wilayah kaum muslim meliputi lebih dari 1/3 dunia termasuk didalamnya wilayah Palestina.
Wilayah Khilafah Islam Utsmaniyyah (Hijau)
Pada awal abad ke 20, Kekhilafahan Utsmaniyyah terjebak mengikuti perang dunia pertama yang berakhir pada kekalahan pihak Jerman dan Khilafah, setelah itu wilayah khilafah dipecah menjadi negara-negara yang lebih kecil dan diserahkan kepengurusannya kepada UK dan Prancis selaku sekutu pemenang perang. Dari sinilah petaka kaum muslimin dimulai.
Kaum zionis yahudi yang dimotori oleh keluarga bankir Rothchilds dan pion mereka Theodore Hertzl, memang sejak awal berniat mendirikan negara untuk menampung kaum yahudi yang ditolak di berbagai tempat di dunia, dan tanah palestina yang mereka anggap sebagai tanah terjanji sejak awal telah mereka incar. Pada tanggal 2 November 1917, pemerintahan Inggris menyetujui pendirian negara israel di tanah palestina lewat deklarasi Balfour. Deklarasi ini sekaligus mengawali pemerintahan militer di tanah Palestina dengan Jendral Allenby yang ditugaskan UK untuk melindungi eksodus penjajah yahudi ke tanah Palestina.
Departemen Luar Negeri 2 November 1917
Lord Rothschild yang terhormat, Saya sangat senang dalam menyampaikan kepada Anda, atas nama Pemerintahan Sri Baginda, pernyataan simpati terhadap aspirasi Zionis Yahudi yang telah diajukan kepada dan disetujui oleh Kabinet.
Deklarasi Balfour yang melegalkan pemberian tanah kaum muslim (palestina) kepada Lord Rothchilds
“Pemerintahan Sri Baginda memandang positif pendirian di Palestina tanah air untuk orang Yahudi, dan akan menggunakan usaha keras terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini,
karena jelas dipahami bahwa tidak ada suatupun yang boleh dilakukan yang dapat merugikan hak-hak penduduk dan keagamaan dari komunitas-komunitas non-Yahudi yang ada di Palestina, ataupun hak-hak dan status politis yang dimiliki orang Yahudi di negara-negara lainnya .“ Saya sangat berterima kasih jika Anda dapat menyampaikan deklarasi ini untuk diketahui oleh Federasi Zionis.
Salam, Arthur James Balfour
Tak lama setelah itu, pada Desember 1922, Liga Bangsa Bangsa (League of Nations) yaitu cikal bakal PBB (United Nations), kemudian memberikan landasan yudisial yang lebih kuat bagi UK dengan memberikan mandat pengaturan wilayah Palestina, setelah itu, eksodus kaum yahudi pun meningkat pesat, sedikitnya 1,3 juta kaum yahudi bermigrasi dari seluruh dunia ke tanah palestina, sejak saat itu, kaum muslimi di palestina diusir dan dibunuh tanpa ada pembelaan dari siapapun.
wilayah kaum muslimin (palestina) setelah PBB melegalkan pembagian tanah kepada Israel
Palestinian Landloss
Puncaknya, pada 29 November 1947, PBB mengumumkan persetujuan berdirinya negara Israel yang diamini oleh AS, dengan wilayah Israel yang meliputi 55% tanah palestina, yang diikuti dengan deklarasi pendirian negara Israel oleh PM pertama David Ben-Gurion, yang segera melakukan pengusiran dan pembunuhan lebih besar lagi kepada kaum muslim di palestina.
Migrasi Yahudi ke Tanah kaum Muslim (Palestina)
ketika negara Israel lahir, muslim palestina menjadi stateless (tidak diakui PBB sebagai negara) sehingga penduduknya tidak punya hak sebagai manusia dan dianggap sama seperti binatang
Setelah Israel berdir, negara-negara tetangga Palestina yaitu Mesir, Yordan, Libanon dan Siria mengumumkan perang kepada Israel, perang ini terjadi pada tahun 1948, 1956, 1967 dan 1973. Perang Arab-Israel ini tidak lebih adalah perang rekayasa dan hanya membuat mitos seolah-olah Israel tidak terkalahkan, dan ini juga bukti pengkhianatan pemimpin-pemimpin muslim (Mesir, Yordan dan Libanon) di wilayah tetangga Palestina. Terlebih setelah perang 6 hari di tahun 1967, wilayah israel bahkan bertambah menjadi 70%. Dan setelah itu, hingga hari ini, Israel dengan brutal menginvasi wilayah Palestina hingga menguasai lebih dari 90% wilayah Palestina.
Solusi Total Palestina: Khilafah Islamiyyah dan Jihad!
Pertanyaan yang muncul sekarang adalah, bagaimana solusi total masalah Palestina? Kepada siapakah ummat Islam bisa berharap? Kepada PBB?!, ini mustahil karena justru PBB adalah organisasi yang justru memberikan persetujuan dan pengakuan terhadap Israel. dan melahirkan negara Israel Faktanya, sampai sekarang PBB tidak pernah memberikan sanksi kejahatan perang yang telah dilakukan oleh AS dan Israel. Bahkan dalam insiden Mavi Marmara, PBB tidak dapat bertindak apapun!
Kepada AS?!, apalagi, karena merekalah selama ini yang menganak emaskan Israel dan memberikan bantuan baik secara fisik dan pengaruh. Obama dalam pidatonya di AIPAC dengan jelas menyampaikan “Saya berjanji kepada Anda, bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun, untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel, tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu”, dia pun menjamin dana 50 juta dolar AS untuk membantu persenjataan Israel. Pendahulu Obama, Bush juga mengatakan dengan nada yang serupa ketika menyalahkan HAMAS dalam invasi Israel ke jalur Gaza.
Maret 2010, pernyataan Hillary Clinton didepan AIPAC menegaskan kembali hubungan ‘mesra’ Israel-AS:
“For President Obama, for me, and for this entire administration, our commitment to Israel’s security and Israel’s future is rock solid, unwavering, enduring and forever”.
(bagi presiden Obama, bagiku, dan bagi semua orang disini, komitmen kami untuk keamanan Israel dan masa depan Israel sekeras batu, kukuh, abadi dan selamanya!)
Begitupun pembelaan Obama terhadap Israel dalam Invasi Mavi Marmara seperti yang dilansir Gedung Putih:
“ The President affirmed the importance of finding better ways to provide humanitarian assistance to the people of Gaza without undermining Israel’s security,”
(Presiden -Obama- mengafirmasi perlunya menemukan cara yang lebih baik untuk menyediakan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza tanpa mengganggu keamanan Israel)
Kepada organisasi HAM dan Demokrasi?!, inipun bathil, karena HAM dan Demokrasi adalah alat barat yang berstandar ganda, yang hanya berpihak apabila sang empunya yang mendapatkan masalah, dan hanya digunakan untuk menyudutkan kaum muslim. HAM ada ketika iraq dilengserkan untuk kepentingan minyak AS, tetapi HAM hilang ketika ribuan muslim Palestina dibantai. Demokrasi didengungkan dalam pemilihan presiden AS tetapi bisu saat ummat Islam menginginkan dipimpin oleh sistem Islam.
Kepada OKI?!, telah terbukti ternyata OKI hanyalah terdiri dari pengecut-pengecut yang berkumpul karena ada kepentingan selain Islam dan sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka hanyalah boneka yang digerakkan AS. Arab Saudi merupakan pembeli senjata perang terbanyak buatan AS, tetapi tidak pernah menggunakannya untuk kepentingan kaum muslim. Mesir mempunyai universitas paling terkenal di dunia Islam, tetapi memfatwakan jihad dan mengirim tentaranya saja tidak mampu, bahkan sampai sekarang mereka menutup pintu Rafah yang berhubungan langsung dengan Gaza , membangun tembok pemisah dan menghancurkan terowongan bantuan di Gaza serta menangkapi aktivis Islam yang membela saudara mereka di Palestina.
Kepada pemerintah Indonesia?!, rupa-rupanya menjaga perdamaian dunia masih menjadi isapan jempol pengantar tidur bagi anak-anak saja, tidak ada faktanya. Bahkan presiden Indonesia dalam salah satu pidatonya menyatakan bahwa “Ini bukan perang agama”, untuk menutupi fakta yang sebenarnya. Bahkan dalam insiden Mavi Marmara ini presiden memberikan pernyataan yang tidak jelas arahnya dan memilih diam dan menunggu hasil diskusi dengan Obama?!
Berharap akan berdirinya dan berdamainya Israel dan Palestina?!, ini haram, karena tanah itu milik kaum muslim dan haram hukumnya membiarkan wilayah kita diambil oleh kafir yahudi. Kita tahu bahwa yang Israel inginkan justru pendirian negara Palestina merdeka yang mengambil wilayah diluar wilayah Palestina yang awal dan mengambil wilayah Yordan dan Mesir. Maka pendirian negara Palestina adalah haram karena berarti kita mengakui pendudukan tanah Palestina oleh Israel.
Jika kita melihat semua permasalahan ini, nyatalah, bahwa satu-satunya solusi bagi kaum muslim termasuk saudara kita di palestina adalah :
Kembalinya Kepemimpinan Global bagi Kaum Muslim, Kembalinya Khilafah Islamiyyah!
Khilafah-lah yang akan memimpin dan mengkomandoi 1,5 milyar kaum muslim di seluruh dunia untuk dan berjihad. Yang akan melindungi dan mempertahankan seluruh wilayah dan tanah kaum muslim. Khilafah dan Jihad!, dua kata untuk mengubur Zionis Yahudi. Inilah satu-satunya solusi yang diberikan Allah dan Rasulnya kepada kita
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai (TQS ali-Imran [3]: 103)
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (khalifah) di antara kamu (TQS an-Nisaa [4]: 59)
Perumpamaan kaum mukminin dalam saling cinta dan sayang mereka laksana satu tubuh, jikalau ada satu anggota tubuh yang mengeluh, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan bergadang (HR Bukhari dan Muslim)
Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana satu bangunan yang sebagiannya menguatkan sebagian lainnya (HR Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, tidaklah kita mencukupkan pada aksi-aksi saja, kepada pengiriman bantuan saja, dan kepada protes dan pengutukan saja, tetapi lebih daripada itu, setiap ummat Islam mesti memiliki kesadaran politik bahwa satu-satunya solusi mereka adalah tegaknya kembali Khilafah Islam yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan secara sadar dan sistematis memperjuangkan tegaknya Khilafah itu dengan seluruh kekuatan yang ada pada diri kita
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin nyawa dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar (TQS at-Taubah [9]: 111)
Langganan:
Entri (Atom)